Selama kunjungan, para siswa tidak hanya melihat koleksi artefak bersejarah, tetapi juga mendapatkan penjelasan mendalam mengenai teknologi pengolahan komoditas unggulan seperti karet, sawit, tembakau, dan kopi yang telah menjadi wajah perkebunan Indonesia di mata dunia.
Belajar Langsung dari Pelopor Industri
Kepala Sekolah SMP Plus Samudera Indonesia Ibu Siti Khadijah menyatakan bahwa pemilihan Museum Perkebunan Indonesia sebagai destinasi bukan tanpa alasan. "Kami ingin siswa memahami bahwa sejarah bukan sekadar deretan angka tahun, melainkan proses nyata yang membentuk kondisi sosial kita saat ini. Sektor perkebunan adalah akar ekonomi wilayah kita, dan melalui kunjungan ini, kami berharap tumbuh rasa bangga serta jiwa kewirausahaan dalam diri siswa," ujarnya.
Antusiasme siswa terlihat jelas saat mereka berinteraksi dengan berbagai media edukasi di museum, mulai dari pemaparan sejarah serta penjelasan barang-barang antik yang dahulu digunakan dalam proses pengolahan hasil bumi.
Metode Belajar yang Menyenangkan
Selain pengamatan fisik, para siswa juga diwajibkan menyusun laporan perjalanan singkat sebagai bentuk literasi. Hal ini dilakukan agar pengalaman visual yang mereka dapatkan dapat terinternalisasi menjadi pemahaman akademis yang baik.
"Ternyata seru sekali! Saya baru tahu kalau dulu pengolahan kopi dan tembakau itu prosesnya sangat panjang dan butuh ketelitian tinggi. Melihat alat-alat aslinya jauh lebih berkesan daripada cuma baca di buku paket," ungkap salah satu siswa peserta.
Tentang SMP Plus Samudera Indonesia
SMP Plus Samudera Indonesia adalah lembaga pendidikan yang berkomitmen pada pengembangan karakter dan kompetensi siswa melalui kurikulum yang inovatif serta kegiatan luar ruangan yang inspiratif. Sekolah ini terus berupaya mencetak generasi muda yang kritis, kreatif, dan menghargai warisan sejarah bangsa.
Rilis : Malik

0 Comments