Dalam arahannya, Sekretaris KORMI Sumut menekankan bahwa layang-layang bukan sekadar permainan masa kecil, melainkan olahraga masyarakat yang mengandung nilai filosofis tinggi dan potensi wisata yang besar.
"Menerbangkan layang-layang itu butuh ketenangan, strategi, dan kerja sama tim. Jangan hanya lihat menangnya, tapi lihat bagaimana kita menjaga warisan budaya ini tetap 'terbang' tinggi di era modern," ujarnya di sela-sela kunjungan ke festival.
Pesan Utama bagi Para Peserta
Ada beberapa poin penting yang disampaikan Sekretaris KORMI Sumut untuk membakar semangat para peserta yang datang dari berbagai kabupaten/kota:
Sportivitas di Atas Segalanya: Menang dan kalah adalah hal biasa, namun menjalin silaturahmi antarpegiat olahraga masyarakat adalah tujuan utama.
Kreativitas Tanpa Batas: Beliau mengapresiasi desain-desain layang-layang unik, mulai dari bentuk tradisional hingga kontemporer yang merepresentasikan kekayaan Sumut.
Persiapan Menuju Event Lebih Besar: Festival ini diharapkan menjadi ajang pemanasan bagi para atlet layang-layang Sumut untuk bersaing di level nasional maupun internasional di bawah naungan KORMI.
Dukungan Penuh KORMI Sumut
Sekretaris KORMI Sumut Bapak DR. Ramadhan Ginting, S.Pd.,M.M.,M.Pd.,AIFO., menegaskan komitmen organisasi untuk terus mendukung induk organisasi olahraga (Inorga) yang menaungi layang-layang. Menurutnya, antusiasme peserta yang membludak membuktikan bahwa olahraga masyarakat memiliki basis massa yang sangat kuat di Sumatera Utara.
"Melihat semangat kawan-kawan hari ini, saya optimis Sumatera Utara bisa menjadi barometer olahraga tradisional di Indonesia. Teruslah berlatih, jaga kekompakan, dan mari kita buat langit kita selalu berwarna," pungkasnya yang disambut riuh tepuk tangan peserta.
Tentang Festival Layang-Layang Sumut: Festival tahun ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kelompok usia. Selain kategori estetika (keindahan bentuk), festival ini juga mempertandingkan kategori ketangkasan dan aduan yang tetap mengedepankan aspek keamanan bagi penonton dan lingkungan sekitar.
Jurnalis : Sutan Malik

0 Comments